Berfikir Ulang Ketika Belanja Di Lazada


Siapa sih yang belum tau lazada. Bagi penggiat online pasti tau situs belanja online tersebut. Digadang-gadang sebagai salah satu toko online terbesar, tapi siapa sangka dari nama besarnya kekecewaan besar saya rasakan ketika membeli di sana.

6 April 2015
Saya membeli "Razer Headset Kraken Pro - Neon Yellow" dari lazada dengan diskon yang menarik ketika itu.

7 April 2015
Status order sudah muncul :
"Pesanan sedang diproses untuk dikirim langsung dari Merchant/Supplier"
"Pesanan sedang diproses untuk dikirim langsung dari supplier/seller ke pelanggan"
 
Dari sini saya menemukan hal baru, ternyata tidak semua barang yang dijual itu berasal dari lazada. Ada penjual yang menjadi supplier di lazada. Bahkan siapa pun bisa menjadi seller di sana. Kita bisa melihat siapa penjualnya di kolom kanan pada halaman barang tersebut.


Sedangkan barang yang saya beli tercantum, Dijual & dikirim oleh Klikgizmo.

10 April 2015
Biasa yang dilakukan oleh lazada adalah ketika pesanan sudah dikirim, mereka langsung memberikan no resi di status order. Tapi ini tidak muncul-muncul. Sampai akhirnya saya telepon customer service lazada.

Dari komunikasi tersebut, ternyata barang sudah dikirim oleh suplier pada tanggal 8 April 2015 oleh ekspedisi RPX, dan no resi nya juga saya dapat dari customer service mereka. Status ini harusnya ada di laman status order, tapi sampai 2 hari setelah dikirim pun tidak ada update. Setelah dapat kejelasan ini, saya langsung mengambil paket itu sendiri ke RPX. Pengambilan sendiri paket di RPX tidak sulit, hanya memberikan no resi dan KTP penerima sebagai verifikasi data saja.

Bencana muncul, sesampainya di rumah saat saya buka paketnya ternyata paket yang saya dapat bukan barang yang saya beli. Barang yang saya beli adalah Razer Kraken Pro, tapi yang datang malah Razer Kraken Neon. Bentuk sama, warna sama, ukuran sama, yang membedakan Pro dengan Neon hanya di microphone saja.

11 April 2015
Saya melakukan live chat dengan RK_Rezaindy perihal kesalahan pengiriman barang ini. Dia juga membantu saya dalam mengisi formulir return barang yang belum bisa saya isi karena status order masih dalam pengiriman. Detail chat tersebut bisa dilihat di sini.

Siang harinya saya langsung kirim kembali barang tersebut ke lazada menggunakan JNE.

13 April 2015
Pantauan saya dari no resi JNE tersebut. Barang return saya sudah terkirim dan diterima oleh deni. Tapi yang saya sesalkan, tidak ada konfirmasi apa-apa dari lazada kalau barang return tersebut diterima oleh mereka.

14 April 2015
Saya mengirim email menanyakan konfirmasi keberadaan barang return saya di gudang mereka. Di balas oleh sapto, yang menyatakan bahwa barang telah diterima dan akan dilakuakan validasi barang. Prosesnya validasi ini cukup lama, 1 - 7 hari.

15 April 2015
Status order muncul kembali:
"Pesanan telah dikirim melalui RPX, no.resi 771207696112, Cek status H+1 di www.rpxholding.com/ or atau hubungi 0-800-1-888-90"

Status pengiriman ini baru muncul lagi setelah 8 hari lamanya tidak ada update. Wow! Yang saya harapkan status konfirmasi barang return sudah diterima. Tapi yang muncul malah peringiman barang dari supplier.

16 April 2015
Status order:
"Pesanan sudah diterima Pelanggan, Semoga anda puas dengan pelayanan Kami dan Kami tunggu pesanan selanjutnya !"

Kenapa baru muncul. Sudah basi.

Tidak lama kemudian status-status lain bermunculan:
"Barang yang dikembalikan telah diterima Lazada dan dalam proses pengecekan QC"
"Barang yang dikembalikan dinyatakan valid dan dalam proses pengecekan barang pengganti"

Ini yang saya harapkan muncul, walaupun telat.

17 April 2015
Status konyol pun muncul:
"Pengembalian dana untuk barang ini sedang dalam proses."

Di status itu tertulis pengembalian dana. Padahal yang saya ajukan adalah penukaran barang. Dari formulir yang saya berikan kepada RK_Rezaindy, dan saya juga sudah mengisi formulir return di website lazada, bahkan di paket return juga saya sertakan formulir adalah untuk ditukar dengan barang yang sesuai. Tapi status yang muncul malah pengembalian dana.

Kemudian saya melakukan live chat dengan RK_Dicky perihal ini. Dia mengatakan bahwa barang sudah habis, jadi dilakukan pengembalian dana. Saya tidak sependapat kalau alasannya karena barang habis. Padahal supplier masih berjualan dengan barang yang sama, dan dijelaskan di sana bahwa "Barang tersedia". Detail chat tersebut bisa dilihat di sini.

Saya berfikir bahwa ini sama saja dengan mempermainkan pelanggan dengan harga diskon. Saya beli barang ketika harga diskon. Namun yang datang bukan barang yang saya beli. Ketika di return untuk ditukar, barang tersebut sudah kembali ke harga normal dan hanya bisa dikembalikan dana. Namun saya tetap berusaha untuk dapat ditukar bukan di kembalikan dana.

22 April 2015
Saya melakukan live chat kembali untuk menanyakan perihal penukaran barang tersebut. Awalnya saya berkomunikasi dengan RK_Rezaindy namun di tengah-tengah percakapan chat saya dialihkan ke RK_Yuki. Dari keduanya menyatakan barang tidak sudah habis, jadi harus di kembalikan dana. Dan RK_Yuki menyatakan keterangan di web memang tidak update. Dia memberitahu bahwa pengembalian dana membutuhkan waktu 3-7 hari kerja. Dan ini sudah hari ke 5 dari status order yang ada.

Detail chat tersebut bisa dilihat di sini.

24 April 2015
Saya menanyakan 7 hari kerja batas maksimal pengembalian dana yang nyatanya tidak ada dana yang di refund. Kemudian saya live chat dengan RK_Mutia. Ternyata lamanya pengembalian dana melalui kartu kredit adalah 7-14 hari kerja. Dia mengatakan bahwa lama 3-7 hari kerja itu adalah pengembalian dana dari ongkos kirim barang return (walaupun sampai sekarang saya belum terima juga). Detai chat tersebut bisa dilihat di sini.

Selang beberapa lama setelah saya chat dengan RK_Mutia, muncul status order baru:
"Proses refund telah dilakukan, dana akan diterima maksimal 14 hari kerja (atau tergantung kebijakan bank penerbit)"

Baiklah, sampai disini saya masih mengunggu refund tersebut. Hampir setengah bulan lagi harus menunggu.

Baca Selengkapnya » Berfikir Ulang Ketika Belanja Di Lazada

Mau Memasukkan Barang ke Bagasi? Hati-hati!


Baru saja saya pulang dari Padang menggunakan Lion Air JT 357. Kadang saya melakukan trip dari kota ke kota menggunakan koper, dan terkadang pula menggunakan ransel biasa. Kali ini saya hanya menggunakan ransel dan tas selempang kecil.

Ransel yang saya bawa dimasukkan ke bagasi karena beberapa bawaan yang saya bawa diharuskan masuk kedalam bagasi. Saya memang tidak menggunakan gembok untuk mengunci resleting ransel, karena sudah terlalu biasa seperti ini. Tapi kali ini saya melakukan hal lain. Saya membawa sebuah isolasi hitam. Kemudian isolasi itu saya gunakan untuk mengikat resleting-resleting ransel.

Pejalanan dari Padang menuju Jakarta kali ini cukup nyaman, tidak ada masalah berarti. Hal yang saya rasakan berbeda adalah ketika pengambilan barang yang saya masukkan ke dalam bagasi. Ketika saya mendapakan ransel yang saya masukkan ke dalam bagasi, saya tidak melihat adanya isolasi hitam yang saya ikatkan diresleting ransel. Saya sedikit terkejut, karena saya sudah yakin bahwa ikatan itu sudah cukup sulit terlepas bila tidak dipaksa atau digunting. Dan yang jelas posisi resleting yang saya letakkan di pojok bawah dan ditutup dengan kain ransel, berubah menjadi di tengah-tengah atas.

Saya mulai khawatir ada yang membuka isi tas saya ketika di dalam bagasi. Ternyata benar, isi tas saya sudah berantakan tidak teratur. Saya ingat betul bagaimana saya menata barang-barang bawaan saya diransel tersebut. Ada amplop yang berisi kwitansi, bon, serta, bill hotel yang sudah berserakan di dalam ransel. Beberapa baju saya sudah berubah posisi, seperti memasukkannya secara terburu-buru.



Ada beberapa kemungkinan kapan ransel saya dibuka, tapi kemungkinan paling kuat adalah ketika berada di dalam bagasi bandara keberangkatan, Bandara Internasional Minangkabau. Karena saya melakukan checkin jauh lebih awal dari waktu boarding. Kesempatan ini yang dilakukan oknum bagasi bandara untuk membongkar isi ransel saya.

Memang tidak ada barang yang hilang, karena dalam ransel saya tidak ada uang, tidak ada handphone, atau barang berharga lainnya. Hanya ada kertas bon, baju serta toolset saja. Saya sangat kecewa jika seperti ini. Mungkin bukan hanya saya yang mengalami ini. Jika sudah seperti ini dan bahkan sampai terjadi kehilangan, kita tidak bisa melakukan claim ke pihak bandara atau maskapainya.

Ini bisa dijadikan pelajaran, kita tidak bisa mengawasi barang-barang bawaan kita di dalam bagasi. Kita hanya tahu barang sudah masuk, dan keluar pada saat di tujuan. Oleh karena itu, keamanan dari barang yang dimasukkan ke dalam bagasi kita sendiri lah yang harus melakukannya. Hal-hal yang bisa kita lakukkan seperti, mengunci dengan gembok, wrapping, atau ikat dengan tali yang ada di area counter checkin bandara. Yang terpenting adalah tidak meninggalkan uang dan barang-berharga di barang yang akan masuk ke bagasi.

Baca Selengkapnya » Mau Memasukkan Barang ke Bagasi? Hati-hati!

Paste Special pada Microsoft Excel


Aplikasi office besutan Microsoft yang biasa digunakan sebagai pengolah angka, Microsoft Excel, masih banyak misteri yang belum banyak orang tahu. Salah satunya penggunaan Paste Special. Seperti yang kita ketahui paste merupakan satu kesatuan dari interaksi transfer digital dengan cut dan copy. Namun dalam Excel, terdapat paste dengan berbagai macam penggunaan.


Berikut merupakan salah satu kegunaan pilihan pada paste special pada excel.


Column Width, Paste Ukuran Kolom


Paste Column widths berguna sebagai paste untuk ukuran kolom pada excel. Ini digunakan untuk melakukan paste apabila terdapat ukuran kolom yang berbeda.

Penggunaannya akan dikaitkan dengan paste text biasa. Karena apabila menggunakan paste biasa (ctrl+c) kemudian (ctrl+v) hasilnya ukuran kolom tidak akan ikut berubah. Sebagai contoh:


Pada penggunaan paste biasa, ukuran kolom tidak akan berubah. Ukuran kolom akan tetap pada ukuran aslinya. Untuk itu kita harus merubah ukuran kolomnya terlebih dahulu menggunakan paste special, baru paste text seperti biasa.

Penggunaan pilihan lain pada paste special ini bisa dicoba sendiri.

Baca Selengkapnya » Paste Special pada Microsoft Excel

Bencana Mobil di Tengah Hutan


Setelah menyelesaikan installasi di hari pertama, saya kembali ke Mamuju untuk istirahat. Malang terasa, ditengah perjalanan mobil yang saya tumpangin mengalami bencana. Sekitar pukul 8 malam di tengah hutan tanpa penerangan jalan, pendamping saya dari dinkes provinsi Sulawesi Barat, Pak Yogi, menyadari ada yang tidak beres dengan mobil. Semakin jauh berjalan, semakin terasa ada yang aneh. Saya sendiri tidak terlalu memperhatikan, mungkin karena lelah selepas installasi. Dia menyadari kalau lampu mobil semakin meredup. Bencana itu semakin jelas terlihat ketika kami melihat jarum penunjuk tegangan aki menujuk ke angka 0.

Pa Yogi mulai mengeluarkan kepanikannya. Saya tidak mengerti dampak apa yang akan terjadi selanjutnya. Padahal mobil bisa jalan dengan baik, tapi jelas ini masalah kata Pa Yogi. Apabila diteruskan katanya mobil bisa benar-benar mogok. Pa Yogi meminggkirkan mobilnya, kami berhenti tanpa mematikan mesin mobil. Kami berhenti berharap ada perubahan. 30 menit kemudian jarum mulai naik perlahan-lahan. Hinggal 1 jam kami menunggu, jarum akhirnya kembali normal ke posisi 12 V.

Perjalanan kami lanjutkan kembali. Tidak sampai 1 km kami berjalan, jarum kembali turun. Turun perlahan, hingga sampai di angga 0 kami berhenti kembali. Pa Yogi menyimpulkan tidak ada pengisian di aki. Ini lah yg menyebabkan lampu mobil semakin lama semakin redup. Jika mobil berjalan terus bisa, tapi tidak menggunakan lampu. Yang jadi masalah adalah jalan yang kami lalui tidak ada 1 pun lampu penerangan jalan. Alhasil kami berjalan tiap 1 km kemudian berhenti.

Sekitar pukul 11 malam kami sampai di bengel. Karena sudah malam, tidak ada satu orang pun yang ada di sana. Kami keluar mobil kemudian mencoba mencari orang di dalam bengkel. Ada seorang yang masih bisa kami temui. Dia mulai melakukan jurus-jurus mautnya untuk memperbaiki mobil kami. Sesekali dia memain-mainkan gas, sesekali dia membuka kap mobil. Entah apa yang di lakukan, tapi yang jelas hampir jam 12 malam kali berada di bengkel itu di menyatakan mobil kami sudah baik kembali.

Pa Yogi kemudian mencoba menghidupkan lampu, dia memaikan gas berkali-kali. Yap, tidak ada perubahan lampu meredup. Masik tidak yakin, Pa Yogi kembali menekan gas. Melihat perubahan raup muka Pa Yogi, saya pun ikut senang. Saya yakin betul, dia senang karena mobilnya sudah kembali baik. Setelah berkonsultasi, sang montir menyatakan bahwa tidak ada pengisian aki yang dikarenakan oleh tidak adanya penghisapan di dinamo. Dia melihat ada yang kendor disalah satu bautnya. Setelah dikencangkan pengisian aki kembali normal.

Jam 12 malam tepat setelah mobil kembali baik, kami melanjutkan perjalanan pulang. Masih 2 jam lagi hingga kami sampai di Mamuju. Padahal pagi harinya saya harus melanjutkan perjalanan untuk melakukan installasi solar panel di tempat lain.

Baca Selengkapnya » Bencana Mobil di Tengah Hutan